Harry Potter Kiss Scene, Harry and Ginny

Bitblog – Entah apa genre filmnya, adegan ciuman dapat mempermanis suasana. Namun dapat juga berakibat sebaliknya, menghancurkan suasana film. Tergantung bagaimana ciuman itu terjadi. Beberapa adegan ciuman menjadi legendaris dan diingat sepanjang masa oleh penggemar. Sebagiannya lagi tidak memiliki kesan apa-apa, dan lebih buruk lagi yang lain malah gagal, menjadi ciuman buruk yang mengecewakan, membuat kesal para penggemar.

Beberapa adegan ciuman ini membuat kita kesal melihatnya. Upaya untuk membuatnya setidaknya masuk akal di layar lebar nampaknya telah gagal. Mulai dari tidak adanya chemistry, hingga hubungan kontroversial dan cinta segitiga. Berikut adegan-adegan tersebut:

Arwen dan Aragorn, Return of The King 

adegan ciuman dalam return of the king

Mengadaptasi dari novel J.R.R Tolkien, trilogi The Lord of The Ring memiliki sangat sedikit cerita romansa. Salah satu kisah romansa yang mencuat di film ini adalah kisah cinta abadi antara elf Arwen dan pewaris tahta Gondor, Aragorn. Arwen ditinggalkan oleh 

Aragorn dan meminta untuk menunggunya ketika Aragorn membantu Frodo Baggins mengantarkan cincin Utama ke gunung api dan menghancurkannya. 

Ketika akhirnya misinya berhasil, mereka bertemu lagi dan Aragorn dinobatkan sebagai raja. Adegan terasa emosional ketika Aragorn menghormati teman-teman hobbitnya. Tapi kemudian ciuman dengan Arwen terjadi, terasa tidak pada tempatnya. Keluarga yang memandangnya menambah suasana semakin awkward.

Kylo Ren dan Rey, The Rise of Skywalker

The Rise of Skywalker, Ben Solo mencium Rey

Beberapa hal di The Rise of Skywalker banyak membuat penggemar kesal. Coba tebak apa yang ada di daftar teratas? Yap, hubungan romantis yang terjadi secara tiba-tiba antara Kylo Ren dan Rey. Di film ini Kylo menjadi antagonis utama sedangkan Rey menjadi protagonisnya. 

Ciuman mereka terjadi ketika Ben Solo atau Kylo Ren, menebus dosanya dengan mengorbankan dirinya untuk Rey. Hubungan yang terjadi secara tiba-tiba ini mengejutkan sekaligus mengecewakan penonton. Dan ini hanya salah satu hal yang membuat kecewa terhadap The Rise of Skywalker.

Daniel dan Ali Mills, The Karate Kid

Daniel mencium Ali Mills, The Karate Kid

Di sepanjang film, Daniel selalu mencoba untuk membuat temannya terkesan. Termasuk mantan pacar Johnny – Ali Mills (Elisabeth Shue). Kemudian ketika keduanya akhirnya berpacaran, Daniel sempat membuat Ali Mills kesal. Mereka berbaikan kembali dan setelah itu berciuman.

Ciuman itu bisa-bisa membuat Ali marah lagi. Tahu kenapa? Daniel mencium dengan mulut yang terbuka seperti sedang memangsa. Si Daniel ini harusnya tidak cuma diajari seni karate tapi juga seni berciuman. 

Bella dan Jacob, Eclipse

Adegan ciuman Bella dan Jacob

Bella kala itu sempat ditinggalkan sementara oleh Edwards. Pada saat-saat ditinggalkan itu, ia menjalin hubungan persahabatan dengan Jacob. Dan ternyata seiring waktu, mulai ada perasaan romantis dari diri Jacob yang mulai mengganggu hubungan cinta ‘platonik’ mereka.

Ciuman mereka terjadi di film Eclipse. Dan berjalan tanpa ada gairah sama sekali. Kemudian penggemar terpisah menjadi dua, antara Bella yang harus memilih Jacob atau Bella memilih Edward. 

Owen dan Claire, Jurassic World

adegan ciuman owen dan claire dalam jurassic world

Owen dan Claire dalam Jurassic World memang terikat sebuah hubungan romansa. Dalam menghadapi liarnya alam Jurassic, mereka sempat beradu cium. Ciuman mereka ini agak aneh mengingat kondisi saat itu sangat kacau. Mereka berciuman sementara orang-orang di sekitar sedang dibantai oleh dinosaurus!

Harry dan Ginny, Harry Potter

Harry Potter Kiss Scene, Harry and Ginny

Alih-alih dipasangkan dengan Hermione, sahabatnya, penulis novel Harry Potter membuatnya jatuh cinta dengan Ginny, adik perempuan sahabatnya. Dan dia adalah seseorang yang berbakat, seorang penyihir yang handal. Hubungan itu dirancang baik dalam novel.

Sayangnya tidak, ketika diterjemahkan ke layar lebar. Ciuman antara Harry dan Ginny adalah ciuman yang sangat membosankan untuk ditonton. Terlihat tidak ada chemistry di antara mereka berdua karena pembangunan karakter yang kurang tertata dengan baik. Dan chemistry mereka terus menurun dari waktu ke waktu, dari adegan ke adegan. Penggemar kecewa dengan hal ini, di mana mereka melihat gairah hubungan yang berkobar-kobar di dalam novel tapi tidak ditemukan di dalam film. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here