Lama Pembuatan film

Film adalah karya seni yang melibatkan banyak unsur. Bisa dibilang, film adalah gabungan dari seni-seni lain, dari musik, sastra, teknik kamera hingga videografi. Selain itu, tenaga yang dilibatkan juga banyak sehingga perlu usaha lebih untuk memanage semua itu. Tak heran pembuatan film bisa memakan waktu yang lama.

Memang berapa lama sih rata-rata waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah film bioskop?

Tahap Pembuatan Film

Sebelum mengira-ngira lama pembuatannya, kita perlu mengetahui apa saja tahapan dalam pembuatan film. Pembuatan film memiliki tiga tahapan utama yaitu pra-produksi, produksi dan pasca produksi. 

Tahap pra-produksi sendiri berisi persiapan-persiapan sebelum produksi film dilakukan di lapangan. Persiapan ini antara lain pengembangan ide yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan dan pematangan naskah. Setelah itu pencarian talent, pencarian lokasi dan persiapan-persiapan lain.

Tahap selanjutnya adalah produksi. Inilah eksekusi dari persiapan yang telah dibuat sebelumnya, yaitu proses syuting. Banyak hal yang ternyata berbeda ketika dilakukan di lapangan. Maka dari itu sutradara mesti banyak akal.

Terakhir, yaitu pasca-produksi. Tahapan ini meliputi penggabungan atau wrapping. Kemudian editing, pewarnaan, pembuatan soundtrack dan hal-hal pendukung lain untuk film.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan?

Waktu yang dibutuhkan dalam membuat film tidak bisa dipukul rata. Masing-masing film, memiliki kerumitan yang berbeda. Entah dari segi cerita, pencarian lokasi atau penggunaan efek dan CGI yang rumit.

Durasi masing-masing tahapan sangat tidak menentu. Untuk pembuatan naskahnya saja bisa berbulan-bulan atau mungkin hingga satu tahunan lebih. Itu pun perlu dibreakdown untuk mendapat gambaran budget yang diperlukan. Belum persiapan-persiapan lain yang perlu disediakan untuk proses produksi.

Begitu juga dengan proses produksi. Awalnya mungkin ditargetkan satu sampai dua bulan untuk menyelesaikan proses produksi. Namun, banyak faktor yang menyebabkan waktu produksi dan pasca produksi menjadi lebih lama. Bahkan beberapa film membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan film tersebut. 

Film Avatar garapan James Cameron, misalnya. Meski sang sutradara telah mendapatkan ide film sejak 1997, ia tidak lekas membuat filmnya karena pada waktu itu teknologi belum mendukung untuk menopang ide filmnya. Jadi sambil menunggu, ia terus mengembangkan ide cerita Avatar dan mengembangkan setiap karakternya. Dan akhirnya film tersebut diproduksi 10 tahun kemudian sejak ide Avatar muncul.

Kalau di Indonesia kita bisa mengambil contoh dari film Gundala. Film ini memakan waktu 2 tahun untuk menyelesaikan keseluruhan film sampai siap tayang. Dua tahun itu tebagi menjadi pembuatan naskah 8 bulan, persiapan 5 bulan, dan syuting 3 bulan, hingga memasuki tahap perampungan.

Naskah adaptasi mungkin membutuhkan waktu yang lebih sedikit daripada naskah original karena tinggal menyesuaikan ide. Tapi jika cerita dan propertinya rumit, maka akan sulit di proses produksi dan pra produksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here