Film budgeting biaya film

Biaya pembuatan Avengers: Infinity Wars mencapai 4,32 triliun rupiah. Film Pikachu mencapai 2,16 triliun. Titanic 2,8 triliun, Spiderman yang diperankan Tobey menguras biaya 3,6 triliun. Di Indonesia ada Foxtrot Six yang menghabiskan 70 miliar. Kemudian Gunung Emas Almayer yang biayanya mencapai 60 miliar dan The Raid 2: Berandal 54 miliar.

Biaya-biaya itu mungkin membuat kamu tercengang. Ya bayangkan saja, uang sebanyak itu hanya untuk membuat film! Memang tidak bisa lebih murah ya? Sebenarnya biaya di atas adalah yang termahal kepunyaan Hollywood dan yang termahal di Indonesia. Tapi ya, rata-rata pembuatan film di Hollywood memang sampai bermiliar-miliar sampai ke nilai triliun. Di kita pembuatan film juga sampai ratusan juta rupiah hingga miliaran.

Terus kenapa sih kalo bikin film tuh biayanya bisa semahal itu? Memang apa saja yang diperlukan untuk pembuatan film? Untuk apa saja semua uang itu? Untuk mendapat gambaran, kamu bisa terus membaca artikel ini. Saya akan jelaskan satu-satu apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan film.

Sewa Lokasi

Proses syuting memerlukan banyak lokasi yang cocok sesuai naskah yang ditulis. Baik indoor maupun outdoor. Seringkali proses untuk perizinannya sulit sehingga memerlukan biaya lebih. Terlebih jika terjadi kebocoran biaya dengan adanya pungli. Itu yang sering terjadi dan dialami sineas sehingga menghabiskan biaya mereka.

Honor Kru

Kru film yang berada di belakang layar terdiri dari berbagai macam. Seperti penata busana, penata rias, penata artistik, kameramen, dan banyak kru-kru tambahan lainnya. Penata busana saja, misalnya. Kru ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Jika ingin mendapat kostum untuk pemeran sebagus mungkin, penata busana yang disewa juga orang yang mahal dan kompeten.

Honor Artis Pemeran

Terutama film-film mahal, bintang film yang disewa juga yang ternama. Demi kepentingan kualitas, agar akting di dalam film juga ngena. Bintang film papan atas memiliki bayaran yang fantastis. Contohnya Iko Uwais, bayarannya di Hollywood mencapai 14 ribu dollar atau setara 210 juta rupiah sekali main film.

Sewa Peralatan

Tidak semua peralatan tersedia atau dimiliki oleh sineas atau rumah produksi. Karena peralatannya sangat beragam. Peralatan ini sangat membantu jalannya syuting. Belum lagi peralatan properti yang digunakan di depan layar. Contohnya mobil, bus dan alat-alat keperluan syuting lainnya. Banyaknya peralatan yang diperlukan akhirnya menambah biaya yang besar.

Biaya Pasca-Produksi

Biaya pasca-produksi meliputi biaya honor editor, perancang CGI atau penata musik. Tambahan-tambahan lain setelah produksi juga memakan biaya yang tidak sedikit. Misalnya musik. Untuk memakai musik ke dalam film, perlu adanya lisensi. Nah pembuat film mesti membeli lisensi dulu. 

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here