bithour
Sumber: Spelling Goldberg Productions

Bitblog- Fantasy Island, film horor thriller di sebuah pulau tropis ini telah rilis di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini merupakan adaptasi serial horor televisi tahun 70-an. 

Film ini bercerita tentang sekelompok muda-mudi yang sedang berlibur di sebuah pulau terpencil. Jika dilihat, pulau tropis ini memang cocok untuk dijadikan destinasi liburan, air laut yang biru, pasir putih, pohon rindang, serta resort yang nyaman. Semua tampak sempurnna pada hari pertama mereka datang. Lalu mereka disambut oleh Roarke (Michael Pena), ia adala salah satu pengurus penginapan di pulau tersebut.

Mereka sangat menikmati suasana di pulau terpencil itu, apapun yang mereka inginkan pasti terpenuhi, termasuk fantasi-fantasi mereka. Hari demi hari hari mereka pun merasakan ada hal yang janggal pada pulau ini, karena terlalu asyik berlibur sampai seorang pun tidak ada yang menyadari jika di pulau ini tidak tersedia sinyal untuk menelfon atau browsing internet.

Gangguan mulai terjadi dari sebuah ruangan misterius yang menyimpan banyak rahasia, fantasi yang awalnya mereka nikmati malah menjadi boomerang untuk mereka. 

Premis Bagus namun Minim Substansi

Sepintas premis pada film memang terlihat menjanjikan, apalagi ketika kita melihat trailer pada film ini, sekelompok muda-mudi diundang berlibur di pulau misterius dan pemilik pulau dapat mengabulkan permintaan mereka termasuk fantasi-fantasi mereka. Namun bukan hanya fantasi akan hal yang membahagiakan saja, fantasi buruk yang hadir dari dosa-dosa masa lalu pun ikut hadir. Terkadang penampakan orang-orang mengerikan pun datang untuk membunuh mereka.

Sumber: Spelling Goldberg Productions

Unutk ide cerita bisa dibilang memungkinkan untuk menjadi cerita yang lebih bagus, lagi-lagi saya tertipu oleh trailer yang cukup membuat penonton penasaran. Tetapi sejak awal memang plot cerita pada film ini sudah tidak informatif, tidak dijelaskan asal usul pulau tersebut, mengapa bisa menjadi Fantasy Island, lalu lanjut ke pertengahan cerita yang terkesan tidak fokus pada satu titik, terlalu memaksakan alur, premis bagus namun minim substansi. Akting yang standard serta scoring musik yang kurang mendukung membuat film ini semakin tidak hidup dan lempeng-lempeng saja, film ini memang bergenre thriller tetapi ketika menontonnya malah tidak ada kesan thriller-thrillernya, menegangkan pun tidak. 

Plot Twist yang Terkesan Dipaksakan

Dan adegan terakhir yang saya pikir bisa menyelamatkan keseluruhan film, tapi malah tidak berhasil juga, lagi-lagi saya tertipu oleh trailer pada film ini. Dibagian akhir kita disuguhkan plot twist. Namun, pada film ini plot twist terlalu memaksakan dan terlalu cepat, tidak ada petunjuk yang jelas, penonton seperti dipaksa untuk menerima bahwa si pelaku ini adalah biang kerok dari semua masalah yang terjadi di pulau ini.

Untuk sinematografi film ini memang saya akui cukup bagus dan bisa dibilang niat tetapi itu semua tidak bisa menutupi kekurangan dari keseluruhan film. Saya beri rating film ini 4/10.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here