Sejarah Popcorn di Bioskop
pixabay

Bitblog – Popcorn sudah identik banget dengan yang namanya bioskop. Saking identiknya, jika kita melihat gambar popcorn sudah pasti teringat dengan film. Makanan ini memang cocok banget buat nemenin kamu nonton film. Makanan yang renyah serta bunyi dan aromanya yang melekat, melengkapi suasana nonton film di bioskop.

Tapi tahu nggak sih kenapa popcorn ini bisa identik dengan makanan bioskop? Dan mengapa popcorn, bukannya makanan yang lain? Untuk mengetahuinya, kita harus menengok kembali ke masa di mana popcorn pertama kali dibuat.

Popcorn Sudah Ada Lebih Dulu

Sebenarnya, jauh sebelum ada film, popcorn telah sudah lebih dulu hadir sebagai camilan bagi segala kalangan. Bahkan menurut popcorn.org, kehadiran popcorn telah ada sejak ribuan tahun lalu, tepatnya sejak abad ke-16. Popcorn merupakan sajian yang telah dikenal oleh suku Indian Aztec di Meksiko. Makanan ini menjadi sajian penting dalam upacaranya untuk menghormati Dewa Aztec.

Di Amerika sendiri, popcorn menjadi makanan populer sejak 1800-an bersamaan dengan populernya sirkus sebagai tontonan. Saat itu, sirkus masih menjadi tontonan yang paling digemari publik. Dan hadirnya camilan popcorn ini digunakan sebagai taktik untuk mempertahankan mood penonton sirkus tersebut agar tetap betah. 

Bioskop Sebagai Hiburan Berkelas

Setelah lama berkutat pada pertunjukan di atas panggung, kini para pengusaha atau pemilik teater ingin menunjukkan eksistensinya dengan menghadirkan pengalaman sinematik melalui hiburan film. Mereka menargetkan konsumen kelas menengah ke atas. Maka dari itu, bioskop atau teater ingin memberikan kesan mewah kepada konsumen.

Selama itu, bioskop identik dengan kemewahan berupa karpet merah, panggung, perabotan menggantung dan tirai, membuat tempat itu memiliki kesan mewah. 

Camilan Rakyat Jelata

Nah, awal mula film hadir sebagai tontonan masyarakat, justru tidak ada yang menyantap popcorn sama sekali selama pemutaran. Suara yang dihasilkannya ketika dikunyah dianggap mengganggu jalannya pemutaran film.

Popcorn memang populer dan mudah ditemukan di berbagai pertunjukkan seperti sirkus, pertunjukan olahraga dan acara festival. Para penjual popcorn kala itu menjamur di pinggir jalan dengan mesin pembuat popcorn yang sudah populer. Camilan ini murah, mudah dijangkau dan cocok untuk berbagai kalangan. Namun karena murah dan dijual di pinggir jalan, membuat popcorn dipandang sebagai makanan rakyat jelata.

Meskipun populer, pihak bioskop tidak melirik popcorn untuk dijual di tempat mereka. Pihak bioskop tidak mau mengambil resiko karena menganggap adanya popcorn akan mengotori karpet bioskop dan mengganggu kesan mewah yang telah mereka buat. 

Menjadi Makanan Bioskop

Great Depression atau krisis ekonomi mengubah kemewahan bioskop sebagai hiburan kelas menengah ke atas. Setelah krisis ekonomi datang, kala itu bioskop telah menjadi tontonan semua kalangan termasuk yang dianggap rakyat jelata. Krisis ekonomi telah mensejajarkan semua kalangan.

Nah, kalangan menengah ke bawah pada waktu itu menyelundupkan makanan yang mereka beli di pinggir jalan ke pemutaran film. Semakin lama popcorn semakin melekat dengan penonton film. Pada akhirnya, bioskop pun melirik popcorn dengan menjualnya kepada penonton untuk menambah keuntungan dan menopang jalannya perusahaan. 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here