Inside The Rain
Inside The Rain. (Sky Island Films)

Bitblog – Kabar baik bagi kalian pecinta romance comedy, sinema Hollywood baru saja merilis film yang berjudul Inside The Rain. Yang unik dari Inside The Rain adalah sang sutradara Aaron Fisher sekaligus penulis naskah dalam film ini akan bermain sebagai pemeran utama. Bukan hanya itu romance comedy ini pun akan membahas mental illness lewat sudut pandang penderita.

Tidak hanya Aaron Fisher yang akan bermain dalam film ini, aktor lainnnya antara lain, Ellen Toland sebagai lawan main Aaron, lalu ada Erick Robert, Paul Schulze, Rita Raider, Downell Rawlings, Catherine Curtin, Natalie Carter, dan Rosie Perez. Nama Rosie Perez saat ini sedang menjadi sorotan berkat film sebelumnya, Birds of Prey, dan dikabarkan bahwa ia akan bermain dalam film ini.

Film ini bercerita tentang Benjamin Glass (Aaron Fisher) ia seorang yang mengidap masalah dengan kepribadian atau mental illness, Glass menderita ADHD, OCD, dan bipolar. Namun dari semua diagnosis yang ia terima, Glass lebih memilih menyebut dirinya sebagai orang yang special dan jenius.

Sumber: (Sky Island Films)

Suatu hari Glass diusir oleh kampusnya karena kesalahpahaman dan ia merasa bahwa tidak ada seorang pun yang mengerti keadaannya. Alih-alih ingin melepas penat, Glass akhirnya memutuskan untuk pergi ke sebuah klub malam. Di sana ia bertemu dengan gadis cantik bernama Emma Taylor (Ellen Holland). Emma akhirnya membantu dan mendampingi Glass agar ia dapat mengenali dirinya sendiri dan menerima segala mental illness yang ia derita.

Lewat film ini kita disuguhkan bagaimana seorang yang menderita mental illness berusaha melawan penyakit tersebut. Banyak masalah yang harus penderita hadapi, salah satunya stigma dari orang-orang yang tidak mengerti apa mental illness itu sendiri. Keterasingan dan perasaan tidak dicintai yang selalu menghantui para penderita.

Film ini memang sangat relate dengan kondisi kita saat ini, dimana orang-orang lebih mengedepankan ego ketimbang simpati yang ia punya. Contohnya di Indonesia banyak masyarakat yang menganggap bahwa mental illness bukan penyakit yang serius dan langsung melabeli si penderita. 

Ini lah yang menyebabkan para penderita enggan untuk bercerita dan sharing, begitu pula yang dirasakan oleh sosok Glass pada film ini, akhirnya ia memilih pelarian lain. Dan hal ini lah yang akan memperburuk keadaan si penderita.

Film ini memang tidak dikemas begitu rapi, jalan ceritanya pun masih tergolong biasa-biasa saja, tapi dari segi karakter apalagi tokoh Glass cukup mewakilkan perasaan mereka para penderita mental illness. 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here