Bithour Production
Sumber: Netflix

Bitblog- Miss Americana, film dokumenter yang menceritakan perjalanan hidup penyanyi cantik asal Amerika Serikat, Taylor Swift, dikabarkan telah tayang di Netflix. Film yang berdurasi 85 menit itu sukses menggambarkan bagaimana penyanyi Taylor Swift mengalami titik terendah dalam hidupnya, serta bagaimana transformasi seorang Taylor Swift. 

Menjadi Diva Pop dunia memang tidak selamanya mudah, Swift kerap diterpa banyak masalah, salah satunya popularitas yang ia alami saat ini. Ketenaran yang ia miliki tidak serta merta membuat Swift merasa aman, ia seringkali merasakan insecure dalam hidupnya. Apalagi saat ajang MTV Awards 2009 lalu saat Rapper Kanye West merebut mikrofon Taylor Swift, yang sedang menerima penghargaan Video Musik Terbaik. Dengan arogan Kanye berkata bahwa penghargaan itu tidak pantas untuknya.

Sejak peristiwa itu Swift merasakan trauma yang cukup mendalam, bagaimana tidak? Saat kejadian itu terjadi umurnya baru 19 tahun. Dalam sebuah wawancara pun Swift mengaku karena trauma yang ia rasakan, ia bahkan sampai menganggap beberapa penggemarnya hanya berpura-pura menyukai dirinya.

Film yang disutradarai oleh Lana Wilson ini, dibuka dengan masa kecil Taylor Swift, bagaimana ia bisa suka dengan musik, menjadi penyanyi contry, mencoba bermusik dengan beberapa genre yang berbeda dan hingga saat ini ia dinobatkan sebagai Diva Pop dunia dengan bayaran termahal.

Ketakutan Seorang Diva Pop Amerika

Sumber: Netflix

Menjadi seorang Diva Pop Amerika membuat Swiftt tidak bebas mengekspresikan dirinya, ia selalu mencoba menjadi standard yang para penggemar inginkan, popularitas yang ia hadapi terkadang malah jadi boomerang untuk dirinya. Ketakutan dan rasa tidak percaya diri pun sering muncul dalam benak Swift. Dalam wawancara ia mengatakan bahwa dirinya seringkali dirisak dan dilecehkan, banyak lelucon-lelucon seksis yang selalu ia dapatkan.

Seiring berjalannya waktu Swift akhirnya bisa menerima itu semua, ia mengatakan, “Karena saat ini aku sudah sangat bahagia dan bersyukur dengan diriku, aku tidak peduli jika seseorang menghinaku yang bertambah berat badan, itu lah yang membuat diriku lebih bahagia” ujar Swift

Pernah Mengalami Depresi yang Cukup Berat

Dalam film ini dijelaskan bagaimana Swift pernah mengalami depresi yang cukup berat, salah satunya ketika Kanye West merilis album Famous yang dipercaya bahwa album tersebut ditujukan untuk Taylor Swift. Kanye West yakin bahwa Swift bisa menjadi terkenal karena dirinya. Ia pun pernah menyebutkan, “Aku rasa bisa saja aku dan Taylor melakukan hubungan s*x, karena apa? Ya karena aku lah yang membuat dirinya terkenal sekarang, jalang” ungkapan kasar sekaligus melecehkan itu membuat Swift akhirnya tertekan, belum lagi media yang seringkali cllickbait membuat dirinya semakin dibenci oleh Netizen. Ditambah pada saat itu ibu dari Taylor Swift divonis penyakit kanker. Ia merasa keterpurukan yang mendalam dan menganggap bahwa saat itu adalah akhir dari karir hidupnya.

Mulai Bangkit dari Keterpurukan

Setelah bertahun-tahun menghilang, akhirnya Swift kembali dengan dirinya yang baru. Kini ia telah banyak belajar dan memiliki beberpa pandangan untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Ia bukanlah Swift gadis manis yang rela dirinya diinjak2, ia pun mengatakan bahwa Taylor Swift yang dulu sudah mati. Saat ini ia tidak pernah takut menyuarakan isi hatinya, bahkan ia akan mengubah hinaan, cacian, kebencian, yang terlontar untuknya diubah menjadi sebuah karya.

Lewat film ini penonton diajak bagaimana Taylor Swift berusaha keras keluar dari masa terpuruknya, pelecehan yang ia alami memang bukan hal yang mudah. Bayangkan saja sudah dihina, dicemooh, dan masih ada yang bilang bahwa ia playing victim. Film yang cukup menginspirasi ini memang dikemas dengan ringan. Eksekusi yang baik membuat pesan yang terdapat dalam film ini tersampaikan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here