Tanakhir Film, Semesta, Film dokumenter Indonesia
Salah Satu Scene dalam Film Dokumenter Semesta - TANAKHIR FILMS

Bitblog – Dibanding genre film-film lain, di Indonesia film dokumenter memiliki jumlah penonton yang jauh lebih sedikit. Ada stigma yang muncul bahwa dokumenter adalah film yang membosankan. Jenis film ini memang mengandung banyak narasi dengan segudang informasi yang perlu dicerna, memerlukan fokus yang ekstra agar mampu menangkapnya dengan baik dibandingkan jika kita menonton film fiksi.

Film dokumenter masuk ke bioskop Indonesia, rasanya masih sangat asing. Ada yang bisa mengingat film dokumenter apa saja yang pernah tayang di Indonesia lima tahun ke belakang? Hmmm… Sulit untuk mengingat karena saking jarangnya.

Barangkali dokumenter masih terlalu segmented bagi penontonnya. Walaupun dokumenter Indonesia memiliki kualitas yang lumayan, tapi tidak menarik minat penonton lebih banyak dari jenis-jenis film lain. Bahkan di tengah-tengah pemutaran film, tidak jarang banyak penonton yang meninggalkan ruangan atau malah mengantuk dan tertidur karena bosan (?). Seolah-olah film dokumenter Indonesia hanya mendapat apresiasi dari ajang Festival saja, tapi tidak mendapat apresiasi dari penonton di negara kita.

Sangat disayangkan, mengingat Indonesia memiliki beragam budaya, etnis, serta kondisi lingkungan yang beragam. Ini menjadi salah satu lahan yang sangat bagus untuk pembuatan film dokumenter.

Padahal jika kita menengok ke belakang, film dokumenter menjadi tontontan yang cukup populer. Setelah kekuasaan Orde Baru berakhir, film dokumenter yang tadinya dikendalikan pemerintah sebagai alat propaganda, kemudian dengan cepat bertransformasi. Antara lain dalam bentuk advokasi sosial-politik, seni eksperimental, petualangan, dan film komunitas.

Tapi semakin berjalannya waktu, film-film dokumenter mulai ditinggalkan. Stasiun TV juga mulai meninggalkan jenis tayangin ini karena semakin sepi peminat dan pengiklan. Memang, tontonan adalah soal selera dan kita tidak bisa memaksakannya.

Terakhir kali dokumenter yang rilis ke bioskop adalah film buatan Tanakhir Films yang berjudul Semesta, dan dilakukan dengan promosi yang cukup gencar. Suksesnya film Semesta tak lepas dari usaha keras Nicholas Saputra untuk menghapus stigma masyarakat bahwa film dokumenter itu membosankan.

Aktor sekaligus produser di Tanakhir Films itu punya usaha yang bagus untuk menghilangkan stigma bahwa film dokumenter itu membosankan. Filmnya yang berjudul Semesta dan rilis tahun 2019 lalu, mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat. Berkat film ini film dokumenter telah mendapat tempat yang lebih layak dalam pandangan penonton film-film bioskop.

Demi mendapat atensi yang lebih besar dari penonton, film dokumenter perlu dikemas lebih menarik lagi. Ini karena mengingat peran pentingnya dokumenter untuk membangun kesadaran masyarakat, seperti misalnya tentang pelestarian lingkungan, sosial-politik, dan lain-lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here