Review Film Mortal Kombat Legends Scorpion's Revenge
Warner Bros

Bitblog – Brutalll! Mengagumkan! Itulah yang bisa saya katakan setelah menonton film animasi berjudul Mortal Kombat Legends: Scorpion’s Revenge. Sedikit berbeda dengan film Mortal Kombat lain, film ini menjadikan Scorpion sebagai tulang punggung narasi.

Scorpion, tokoh yang sering disalahartikan sebagai villain (tapi juga bukan hero di seri Mortal Kombat) kini diungkit kehidupan pribadinya untuk membawa alur cerita. Di balik sifat badasnya, ia masih memiliki sisi manusiawi. Sisi inilah yang menjadi titik balik narasi film.

Scorpion bernama asli Hanzo, seorang ninja di sebuah klan yang pada suatu malam tiba-tiba saja dibantai. Pelaku pembantaian itu ternyata adalah Sub Zero, pemilik kekuatan es. Hanzo menjadi orang yang terakhir mati setelah dibiarkan lebih dulu menyaksikan anaknya menghadapi maut. Kejadian itu membuat Hanzo menyimpan dendam kesumat, bahkan setelah kematian datang.

Hanzo kemudian berada di Netherrealm, sebuah dunia yang dikuasai oleh Quan-Chi. Quan-Chi berjanji akan mengembalikan hidupnya dan keluarganya, termasuk dendamnya pada Sub Zero jika ia mau membawakan padanya sebuah kunci yang disimpan di sebuah ruangan ketika pertarungan turnamen Mortal Kombat berlangsung.

Karakter Scorpion sendiri disuarakan oleh Patrick Seitz, Johnny Cage oleh Joel McHale, Sonya Blade oleh Jennifer Carpenter, Raiden oleh David B. Mitchell dan Liu Kang oleh Jordan Rodrigues. Dari sisi antagonis, Kevin Michael Richardson berperan sebagai Goro, Art Butler sebagai Shang Tsung dan Darin de Paul sebagai Quan Chi. Mereka membawakan suara dengan baik dan sangat sesuai dengan karakter.

Daya tarik utama di film ini adalah adegan perkelahian yang melarang saya untuk berkedip. Ini bahkan lebih sadis daripada versi asli di gamenya. Kekejaman dalam perkelahian sudah dipertontonkan sejak awal, ketika Hanzo mengoyak dan membelah kepala musuh-musuhnya.

Tapi sedikit kekurangan justru ketika para tokohnya sedang berdialog. Di beberapa bagian, gerakan wajah dan ekspresi mereka sedikit terlihat kaku. Padahal gerakan dalam pertarungan begitu lincah dan tanpa cacat sedikitpun.

Review Film Mortal Kombat Legends Scorpion's Revenge
Warner Bros

Selingan humor Johnny Cage juga membuat film ini semakin memiliki nyawa. Mortal Kombat membawakan humor yang sesuai dengan gelapnya suasana film. Hanya saja kadang-kadang saya dibuat bertanya-tanya, sebodoh itukah Johnny Cage? Sampai pertengahan film dia masih menganggap bahwa petualangannya hanyalah proses syuting! Tapi bagaimanapun kenyataan ini malah membuat saya semakin tertawa.

Membawa kisah Scorpion sebagai benang utama tentu menjadi sudut pandang baru bagi dunia Mortal Kombat.

Terlepas dari epiknya pertarungan serta akting para pengisi suara, sebenarnya ada beberapa hal yang sedikit mengganggu. Seperti misalnya, apakah tidak terlalu murahan ketika Hanzo akhirnya memilih nama Scorpion yang tidak memiliki kaitan begitu erat dengan dirinya? Kemudian, alur yang terlalu cepat tidak memberikan kesempatan bagi Sub Zero untuk menampilkan dirinya yang sejati, atau setidaknya rasa simpati Scorpion terhadap Sub Zero. Sedikit spoiler, Scorpion akhirnya mengetahui kenyataan alasan di balik pembantaian dan membunuh Sub Zero adalah kesalahan besar baginya.

Alur di akhir dibiarkan menggantung. Ending film malah menyorot nasib Liu Kang dan kawan-kawan. Sejak awal, plot film ini memang telah terbagi dua. Ekspektasi saya untuk menyaksikan plot tunggal Scorpion rupanya dipatahkan. Karena ujung-ujungnya, Mortal Kombat tetap menunjukkan perjuangan Liu Kang dan Raiden melindungi Earthrealm.

Di luar itu, saya acungkan dua jempol untuk film ini. Film animasi terbaik yang pernah saya tonton. Saya berikan skor 4.9/5.0 untuk Mortal Kombat Legends: Scorpion’s Revenge.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 6

No votes so far! Be the first to rate this post.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here