Weird Genius Lathi Music Video
Youtube: Weird Genius

Kemarin teman saya menunjukkan link video klip baru yang namanya baru saya dengar. Weird Genius. Oh, mungkin saya yang ketinggalan banyak. “Video keren gini kok nggak trending?” katanya. Video klipnya sendiri baru diupload seminggu yang lalu di kanal Youtubenya. 

Sekedar informasi, Weird Genius adalah grup musik DJ yang telah berdiri sejak 2016. Beranggotakan Eka Gustiwana, Billy Taner dan Reza Oktovian. Mereka berfokus di musik elektro dengan visi memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Nah lagu single terbaru yang dirilisnya ini berjudul Lathi, dalam bahasa Jawa artinya lidah. Single baru ini adalah kolaborasi Weird Genius dengan Sara Fajira. Yang membuat saya terkesan setelah menonton video klipnya dan menikmati lagunya adalah penggabungan unsur modern (musik DJ) dengan tradisional Jawa. 

Walaupun menggunakan musik DJ khasnya, alunan melodi Jawanya yang indah juga sangat melekat. Gaya sindennya itu lhoo yang membuat saya terpikat. Bukan hanya musik, tapi tarian tradisional Jawa juga dipadukan di sini dengan dansa elektronik. 

Bagi orang Jawa, mungkin sudah sangat akrab dengan jaranan (kuda lumping), wayang, sinden, dan gamelan. Ketiga hal itu yang dimasukkan ke dalam video musik ini. Memang musiknya elektronik, tapi aura-aura gamelan Jawa tetap terasa kental. Bahkan dari awal sampai akhir kita bisa merasakan auranya.

Lagu Lathi sendiri bercerita tentang hubungan beracun, cinta yang penuh kebohongan dan berujung menyakitkan. Di awal video, seorang pria membisikkan kata “I Love You” kepada sang wanita. Selanjutnya kesakitan sang wanita ditunjukkan dengan rantai yang membelenggu dan darah yang keluar dari tubuhnya. 

Warna yang disajikan dalam video terkesan gelap, begitu juga warna musiknya.

Liriknya menggunakan bahasa inggris kecuali bagian Chorus: “Kowe ra isa mlayu saka kesalahan. Ajining diri saka lathi.” Yang terjemahannya adalah “Kamu tak bisa lari dari kesalahan. Harga diri berasal dari lidah.” Sepotong lirik ini seperti menegaskan bagaimana dampak kebohongan bisa mempengaruhi diri. Kalimat keduanya diambil dari peribahasa Jawa yang berbunyi: “Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana (Kehormatan diri dari ucapan, kehormatan raga dari busana)”. 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here