Film Pendek Rock N' Roll
Viddsee

Karena adanya kampanye #dirumahaja untuk menyikapi virus corona, mulai tanggal 23 Maret Tanakhir Films menayangkan koleksi filmnya secara gratis di Youtube. Film yang mendapat giliran pertama untuk ditayangkan adalah Rock N’ Roll. Nah, setelah saya menontonnya, sekarang saya ingin mereview sedikit tentang film tersebut.

Rock N’ Roll adalah sebuah film pendek bertema persahabatan. Ditulis dan disutradarai oleh Wisnu Surya Pratama. Ceritanya, dua orang sahabat yang sudah lama berpisah akhirnya bertemu lagi. Astri baru saja pulang dari Belanda. Dan Indra yang ditemui oleh Astri ternyata telah beralih profesi menjadi petani atau tengkulak sayur.

Menit-menit awal ketika menonton film ini, saya sempat mengira ini adalah film dokumenter. Ya, seperti kita tahu Tanakhir Films juga terkenal karena film-film dokumenternya. Alasan saya mengira demikian, karena gambarnya yang terkesan apa adanya. Bukan jelek, maksud saya benar-benar apa adanya. Realis. Ya, realis.

Anggapan saya bahwa ini film dokumenter ternyata masih bertahan beberapa lama. Barulah kemudian ketika Indra menjemput Astri, saya baru menyadarinya. Ini bukan film dokumenter.

Lalu terjadilah perbincangan mereka berdua selama jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat yang berkesan di masa lalu. Dan kamu tahu apa yang saya tanyakan setelah memperhatikan film ini? Itu adalah: Bagaimana Wisnu menulis skenario untuk film ini? Soalnya, kamu mungkin tidak akan merasa atau menyadari bahwa percakapan mereka berasal dari teks. Saking naturalnya.

Yang saya rasakan, saya seperti sedang menguntit dua orang dan mendengarkan kisah mereka. Film pendek ini berhasil menciptakan kesan yang sangat nyata. Dan natural. Terasa juga oleh saya seolah-olah di situ tidak ada konflik apapun. Tetapi ketika terus mengikuti mereka, dapat saya rasakan kedekatan dua sahabat itu, usaha penolakan Astri terhadap perubahan Indra yang dari jurnalis beralih profesi menjadi petani atau tengkulak sayur dan sikap Indra yang tetap ingin diterima oleh Astri.

Akting mereka berdua juga benar-benar patut diacungi jempol. Ekspresinya, cara bertutur katanya, gesturnya. Sampai saya terbawa suasana ke dalam percakapan mereka.

Plot cerita ini kelihatannya sederhana, tapi kemudian saya berpikir: ini sangat menarik. Dan jangan kaget dengan endingnya. Karena begitu mendengar ucapan terakhir Astri kepada Indra, seketika darah saya langsung berdesir

Lagu Kisah dari Selatan Jakarta menjadi penutup yang sempurna untuk film ini. Menciptakan kesan yang ‘wah’ sekali.

Oh ya, sutradara Rock N’ Roll sebelumnya juga telah berhasil memenangkan berbagai penghargaan. Berikut ini penghargaan yang berhasil diraihnya:

  • Best Cinematography, Ganesha Film Festival 2016
  • Jogja Asian-NETPAC Film Festival, 2015
  • XXI Short Film Festival 2015 (Out of Competition), March 2015 – Jakarta, Indonesia
  • Malang Film Festival 2015 (Special Program), Surat Cinta untuk Jakarta (Love Letters to Jakarta) Compilation in April 2015 – Malang, Indonesia
  • Purbalingga Film Festival 2015 (Special Program), Surat Cinta untuk Jakarta (Love Letters to Jakarta) Compilation in May 2015 – Purbalingga, Indonesia

Untuk menontonnya kamu bisa klik link ini: Rock N’ Roll Short Movie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here