Bithour Production
Sumber: Netflix

Bitblog- The Platform, film yang memenangkan People’s Choice Award di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) telah hadir di Netflix sejak 20 Maret lalu. film Spanyol yang memiliki genre horor-thriller ini memang cukup menarik perhatian. Secara garis besar film ini menceritakan sistem di penjara vertikal.

Goreng (Iván Massagué), tokoh utama pada film ini terbangun dari sel beton, ia melirik teman satu selnya, Trimagasi (Zerion Eguilior), ia menjelaskan bahwa mereka berada di penjara vertikal berbentuk menara yang ditengah-tengahnya terdapat lubang persegi yang setiap hari lubang itu akan berbentuk lantai atau meja makan yang dilewati sebuah lantai yang bentuknya pas sebesar lubang yang dilaluinya tersebut, mengapung dari lantai paling atas hingga ke lantai paling dasar, membawa makanan untuk disantap para narapidana, sekali setiap hari.

Jika para narapidana mengambil porsi sedikit, mungkin makanan di atas meja itu masih tersisa, namun sayangnya baru sampai di tengah-tengah makanan itu sudah ludes dan menyebabkan narapidana di lantai paling dasar harus merasa kelaparan karena tidak ada makanan yang tersisa.

Sumber: Netflix

Melihat itu Goreng merasa jijik akan makanan sisa yang ada di atas meja tersebut, berbeda dengan Trimagasi, ia justru memakan dengan  lahap makanan yang ada di depannya. Seketika meja itu bergerak turun melanjutkan perjalanannya, hari demi hari Goreng masih mempertahankan idealismenya namun ia merasa lapar juga pada akhirnya dan mengharusakan dirinya mau tidak mau untuk makan makanan yang tersedia di meja. 

Sebulan sekali narapidana dibius lalu dipindahkan ke sel secara acak, ada yang sebelumnya di sel 12 lalu tiba-tiba di sel 200, dan sialnya apabila mendapatkan sel paling bawah yang artinya mereka tidak akan kebagian sisa makanan. Hal ini yang membuat Trimagasi selalu makan dengan lahap setiap kali makanan datang, karena ia tak pernah tau takdir akan membawanya di sel mana. Hal itu yang membuat Goreng memiliki ide gila, ia ingin setiap narapidana mendapatkan makanan secara adil. 

Jika kita cermati film ini sangat menggambarkan keadaan sosial kita saat ini, pandemi corona yang ada di berbagai belahan dunia membuat manusia mati-matian mempertahankan hidup mereka, seperti membeli bahan makanan yang berlebihan, menimbun sembako, bahkan lebih parahnya membeli peralatan medis demi urusan pribadi.

Secara insting manusia akan melakukan hal apapun demi bertahan hidup bukan? Namun, tidak semua manusia memiliki sifat serakah layaknya sifat narapidana yang berada di sel atas. Masih banyak juga manusia yang mempertahankan idealismenya dalam berbuat baik layaknya tokoh goreng. Sulit memang menjadi manusia yang masih mementingkan kemanusiaan di atas segalanya. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, menjadi manusia yang krisis kemanusiaan terasa wajar untuk dilakukan. Empati dan simpati seperti sudah tidak ada harganya.

The Platform membuktikan bahwa pada dasarnya sifat manusia akan nampak ketika ia didera masalah yang berat terlebih jika masalah tersebut mengancam nyawa.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here